Different Universe

Seorang gadis menghembuskan nafasnya kasar saat membaca tulisan diponselnya. Tulisan yang bertuliskan,

'Maaf Lan, Aku tidak bisa pergi denganmu hari ini. Ada urusan mendadak yang tidak bisa Ku tunda. Nanti kita jadwalkan ulang ya?' 

Apa maksud laki-laki ini? bisa-bisanya Ia membatalkan janji 10 menit sebelum film dimulai. Batin Lanita

Tidak ada niat untuk membalas pesan lelaki itu, Ia pun mematikan ponselnya.

Sungguh sial nasib Lanita hari ini, selain janji yang tiba-tiba dibatalkan oleh lelaki yang dikenalkan oleh temannya, Lanita juga telah membeli 2 tiket untuk menonton 'Dr.Strange; Multiverse Of Madness'

Namun karena Lanita adalah sosok gadis yang sangat amat cinta, dan sayang pada uangnya, Ia memutuskan untuk tetap nonton, walau sendirian.

Ia bangkit dari duduknya, berjalan menuju tempat pembelian makanan di bioskop, karena 7 menit lagi film akan dimulai. 

Samar-samar Ia mendengar ucapan seorang laki-laki yang berada tak jauh darinya, di tempat pembelian tiket. Sedikit yang bisa Lanita simpulkan, laki-laki itu kehabisan tiket nonton 'Dr.Strange'
tanpa sadar, langkah kaki Lanita berjalan ke arah lelaki jangkung, yang menggunakan jaket denim biru, kaos putih serta jeans yang senada dengan jaket. 

deheman Lanita, membuat sosok laki-laki itu berbalik badan dan menatap Lanita.

"Ada apa?" Tanya seseorang di hadapan Lanita.

"E-eh, sebelumnya aku meminta maaf karena tak sengaja mendengar percakapanmu di tempat pembelian tiket tadi,"
"kamu kehabisan tiket bukan?" Lanjut Lanita

"Ya benar," ujar lelaki itu sambil menganggukan kepalanya.

Lanita kembali mendehem, Ia bukan tipe orang yang mudah berinteraksi dengan orang asing. "Aku punya dua tiket, dan yang satu tak terpakai, Kamu bisa mengambilnya jika mau," tawarnya.

Laki-laki itu tampak sedang berpikir, tak lama Ia menganggukkan kepalanya, dan menerima tawaran Lanita "Baiklah, Aku akan mengambilnya."

Lanita tersenyum tanpa sadar. "Ah ya, sebelumnya siapa namamu?" Tanya Lanita sambil mengasih tangan untuk berkenalan.

Laki-laki itu membalas jabatan tangan Lanita "Zeihan, just Zeihan," Ia menjeda ucapannya sesaat "dan Kamu?" Tanya Zeihan.

"Aku Lanita."

"Baiklah Lanita, Kamu yang pertama jadi teman menontonku."

...

Kini mereka berdua sudah berada di dalam studio bioskop, film tengah berjalan, mereka duduk bersebelahan dengan popcorn di pangkuan Lanita. 

Orang lain mungkin mengira Zeihan dan Lanita adalah sepasang kekasih, padahal mereka baru ketemu dan kenal beberapa menit sebelum film dimulai.

Sebenarnya Lanita cukup kaget dengan ucapan Zeihan tadi, awalnya Ia kira mungkin lelaki di sebelahnya ini baru pertama kali nonton bioskop, namun berada di sampingnya Lanita mengetahui bahwa Zeihan sangat suka dengan film Marvel. Bahkan dengan santainya ia mengatakan telah menonton semua film Marvel. 

Lanita cukup senang, ia bertemu seseorang yang mempunyai selera suka yang sama sepertinya. Meski tidak sefanatik Zeihan yang menonton semua film Marvel.

Film berjalan dengan beberapa adegan yang cukup membuat jantung berdegup kencang. 

Lanita dan Zeihan menontonnya dengan serius, tidak ada percakapan apapun, hingga saat adegan-adegan terakhir, Zeihan membuka mulutnya,

"Jika Kamu adalah Dr.Strange apa Kamu akan menyukai Christine di semua dunia yang ada?" Tanya Zeihan.

"Mungkin, tapi Ku rasa tidak juga, karena Aku ehm... sedikit egois, maka aku akan mencintai satu Christine yang benar-benar untukku." Jawab Lanita, "bagaimana denganmu?" Tanya Lanita menatap Zeihan dengan sedikit mendongak karena perbedaan tinggi badan.

Zeihan menoleh dan sedikit menunduk, membalas tatapan Lanita dengan tatapan yang dalam, "kalau Aku adalah Dr.Strange dan Kamu adalah Christine, Aku akan mencintaimu di belahan dunia manapun, tidak peduli bagaimana kondisi Kita, dan apakah Kita di takdirkan untuk bersama atau tidak." 

Tangan Zeihan mengusap pipi Lanita lembut, sambil tersenyum Ia mengatakan dengan tegas "Because I love You in every universe, my Lanita. I promise."

...


Kata-kata yang di ucapkan Zeihan berdengung di telingaku, hingga Aku membuka mata. Nafasku terengah-engah.

Kejadian barusan hanyalah mimpi, tapi aku benar pernah mengalaminya saat dulu pertama kali bertemu Zeihan. 

Apakah di Universe lain kejadian itu baru saja terjadi?

Jika itu benar, maka Aku akan sangat iri dengan diriku di dunia yang lain.

Zeihan Hama Aditama sosok laki-laki yang Ku kenal sejak 7 tahun lalu, awal kenalnya persis seperti di mimpi. Sejak hari itu Ia menjadi seseorang yang selalu ada tiap lembar-lembar hariku.

Namun kejadian 2 tahun lalu, benar-benar membuatku sangat rindu dengan sosoknya yang lembut dan tenang sekarang.

Di hari ini, 2 tahun yang lalu, benar-benar mimpi buruk bagiku, hari itu Zeihan yang baru saja menyelesaikan studinya di USA, ia dengan semangat mengabariku bahwa ia akan lepas landas dari USA menuju Indonesia untuk bertemu denganku, meninggalkan ajakan temannya disana untuk merayakan hari kelulusan. Ia berjanji denganku untuk nonton film Marvel terbaru bersamaku.

Namun siapa sangka, itulah kabar terakhir yang Ku dengar darinya, dan juga janji yang hingga sekarang terbengkalai tidak Ia tepati.

Air mataku mengalir deras, hati yang rasanya seperti diremuk oleh benda kuat. 

Ditengah kesedihan, Aku teringat pernyataan yang kubuat 7 tahun lalu, Aku tak akan mencintai seseorang yang bukan ditakdirkan untukku. 

Tapi, aku menghianati ucapanku. Beberapa tahun terakhir ini, tetap satu nama yang berada di hatiku, tak pernah berpindah, meski orang yang punya nama sudah berpindah ke dunia yang jauh lebih baik, mungkin.

Aku menghirup nafas, dan membuangnya guna membuat diriku lebih tenang. Selama beberapa saat aku hanya termenung.

Ini tidak mudah, Aku ingin bayang-bayangnya berhenti mengikutiku. Maka dari itu Aku memerlukan langkah besar. 

Melupakannya.

Iya, melupakannya.

...

Dear Zeihan,
Aku benar-benar beruntung saat itu langkah kakiku berjalan ke arahmu dan mengajakmu nonton bersama. Pertemuan kita yang tak sengaja, namun siapa sangka berlanjut hingga 7 tahun terakhir. Terimakasih telah hadir, aku benar-benar senang bertemu denganmu :)
Dan sekarang, mungkin ini saatnya untuk mengikhlaskanmu.
Aku ingin berhenti.
Seperti pernyataan yang ku katakan padamu dahulu, aku tidak bisa mencintaimu lebih lama lagi.
Maaf dan terimakasih my Dr.Strange yang bersedia mencintai seseorang yang egois sepertiku.

Aku sungguh berharap di dunia lainnya  kita bahagia bersama dan saling mencintai tanpa ada kata 'kehilangan.'

From: Your Lanita 














Komentar